Sebelumnya Ketua BKM Asy Syafi’iyah Edy Sofyan menjelaskan bahwa masjid Asy Syafi’iyah ini berdiri tahun 1997. Selama berdiri masjid terus berkembang dan di tahun 2019 kami ditunjuk sebagai pengurus BKM. Sejak menjadi BKM kami berusaha membenahi dan memandirikan masjid ini. Setiap bulan uang hasil infaq dan sedekah kami keluarkan, sebab kami tidak simpan uang tersebut di bank.
“Menyimpan uang di kas atau bank tidak menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi bagaimana uang tersebut di produktifkan untuk kemakmuran masjid. Sebab kami memiliki moto makmurkan masjid, masjid akan memakmurkan jamaah,” Jelasnya.
Dijelaskan Edy Sofyan, selain kegiatan ibadah, di masjid Asy Syafi’iyah juga ada kegiatan penguatan ekonomi Syariah khususnya bagi masyarakat di sekitar masjid dan kegiatan sosial. Sehingga visi masjid Asy Syafi’iyah yang aman mandiri sebagai pusat peribadahan pelayanan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat sangat sejalan dengan Program Masjid Mandiri yang dicanangkan Wali Kota Medan.
“Kami sangat mendukung program masjid mandiri, jika program ini berjalan di seluruh masjid di Kota Medan dengan baik maka pergerakan ekonomi umat Islam di Medan sangat luar biasa,” ujarnya
[07.16, 2/11/2021] pak aris: Dalam pertemuan itu juga Ketua dan Pengurus BKM Asy Syafi’iyah menyerahkan cenderamata kepada Wali Kota Medan sebagai ungkapan rasa bangga dan terimakasih atas kehadirannya di Masjid Asy Syafi’iyah.






