Ia juga menilai figur Sukowinarno memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan birokrasi yang dinilai relevan.
“Yang terakhir figur Sukowinarno. Beliau memiliki rekam jejak di Jember dan pernah berkontribusi mendorong kesejahteraan tenaga kependidikan dengan kisaran gaji Rp1 hingga Rp1,5 juta. Selain itu beliau dikenal memiliki hubungan yang baik dengan Bupati Tulungagung saat ini sehingga dinilai memiliki peluang memperkuat dukungan terhadap dunia pendidikan,” tegasnya.
Menurut Chandra, tiga figur yang dimaksud yaitu Dr. M. Kholid Thohiri yang dikenal sebagai akademisi, Hery Widodo yang berprofesi sebagai advokat dan pernah menjadi komite sekolah, serta Sukowinarno yang merupakan pensiunan birokrat dan pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan.
Ia menilai keberadaan figur dengan latar belakang akademisi, praktisi hukum, serta pengalaman birokrasi pendidikan dapat memperkuat peran Dewan Pendidikan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang mewadahi aspirasi masyarakat di sektor pendidikan.
Secara umum, Dewan Pendidikan memiliki fungsi strategis sebagai lembaga mandiri yang menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan pendidikan, serta mendorong partisipasi publik dalam peningkatan kualitas pendidikan.












