Ia mengaku, saat itu uangnya sudah diambil oleh agen sehingga dirinya tidak memiliki uang sedikitpun di kantongnya.
“Kalah kami uang dipegang semua pak. Kami tidak memiliki uang. Sehingga kami pinjam sana pinjam sini,” ujarnya.
Ia mengaku dalam keberangkatan itu telah menghabiskan uang Rp 15 juta untuk dirinya, Suami dan anaknya.
“Anak saya Rp 3 juta, Saya dan suami masing-masing Rp 6 juta,” jelasnya.
Ia mengaku uang-uang tersebut digunakan untuk membayar penyeberangan dan membayar petugas keamanan di Indonesia dan Malaysia.
Sementara, AKBP Putu Yudha Prawira, Kapolres Asahan mengaku tidak ada menerima upeti dari kejadian tersebut.
“Kami bersama Lanal TBA menjamin tidak ada sangkut paut dengan TKI ilegal. Kami melakukan penangkapan dikarenakan bukti nyata kami untuk memberantas mafia human traficking,” kata Putu.
Para mafia human traficking, nekat menjual nama para aparat keamanan, demi meraup keuntungan pribadi, dan para PMI yang menjadi sapi perah mereka.
Penulis : Sholeh Pelka
Editor. : Sholeh Pelka












