Bang Wiwik, demikian akrab disapa menjelaskan bahwa Kabupaten Sergai dengan luas wilayah ± 190.000 hektar dengan 243 desa/kelurahan di 17 kecamatan memiliki potensi besar di bidang pertanian. Hal ini karena lahan sawah di Sergai memiliki 31.284 hektar berdasarkan data tahun 2021.
“Nah, untuk mempertahankan lahan sawah dari dampak pembangunan, bahkan menambah lahan pertanian sawah di Sergai, kita harus melakukan pencetakan lahan sawah baru. Hal ini agar kedepannya Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini tetap bisa menjadi salah satu kabupaten swasembada pangan di Provinsi Sumut”, bebernya.
Berkaitan dengan problem pupuk bersubsidi, Bupati Darma Wijaya mengajak seluruh petani di Sergai untuk beralih menggunakan pupuk non subsidi, “Dengan mengganti penggunaan pupuk, maka kita telah meningkatkan pola tanam padi kita. Dengan peningkatan pola tanam, maka hasil yang didapat juga akan jauh lebih tinggi,” imbuh Bupati yang hadir didampingi Asisten Ekbang Drs Nasrul Azis Siregar dan Kadis Pertanian Dedy Iskandar.
Terakhir, Darma Wijaya berpesan kepada 10 Gapoktan penerima bantuan, untuk merawat dan menggunakan bantuan itu dengan sebaik mungkin. “Penerima bantuan ini harus punya rasa memiliki, agar apa yang sudah ada dapat bertahan lama dan dapat lebih dimanfaatkan orang banyak,” pungkasnya.












