Mengomentari buku “Memimpin dengan Hati” karya Prof. Zulkarnain Lubis, Bupati menyebut buku tersebut sangat menginspirasi dan dapat menjadi panduan dalam memimpin dari perspektif yang berbeda.
Menurutnya, terdapat berbagai macam cara kepemimpinan sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh para pemimpin dunia. Ada yang menggunakan disiplin tinggi dan ada pula yang berprinsip demokrasi. Keragaman ini juga memberikan hasil yang berbeda-beda.
Sebagai seorang pemimpin, Bupati mengatakan memimpin bukanlah perkara yang mudah. Mempengaruhi dan mengajak orang agar loyal dan mengikuti kemauan pemimpin, sambungnya, memiliki tantangan sendiri.
“Karenanya ada pemimpin yang menggunakan kekuatan uang. Ada juga pemimpin yang menempuh jalur peraturan, tata tertib, dan atau undang-undang. Nah hari ini kita akan belajar cara memimpin dengan menggunakan hati lewat buku ini,” sebut Bang Wiwik lagi.
Masih lanjut Bupati Sergai, jika memimpin dengan hati, maka orang dibuat gembira, hatinya lapang, dibangun cita-cita atau harapan bahwa ada sesuatu yang lebih mulia yang ingin diraih secara bersama-sama. Bagi Bang Wiwik, cara inilah yang melahirkan keikhlasan, tidak hanya dimotivasi oleh uang dan atau peraturan. Bekerja bersama-sama dengan pemimpin seperti ini tidak akan merasa terpaksa, tetapi justru sebaliknya, yaitu mendapatkan kegembiraan dan kepuasan.












