Wong kemudian berjanji akan menindaklanjuti hal tersebut, agar ke depannya tidak terulang lagi. Ia mengakui sering menerima keluhan warga soal ruangan yang selalu penuh di rumah sakit.
“Kasihan pasien yang akan rawat inap. Usai mengambil rujukan dari puskesmas, ternyata rumah sakit yang dituju, ruangannya penuh tidak ada kamar kosong. Kita mendukung adanya alat di puskesmas, seperti komputer, yang memiliki akses tentang jumlah ruang kosong yang ada di rumah sakit di Medan yang menjadi mitra BPJS,” usul politisi PDI Perjuangan ini.
Secara khusus, ia pun menyoroti ‘kebiasaan’ beberapa rumah sakit yang kerap beralasan ruangan penuh bila pasien BPJS gratis yang datang.
“Kita akan membawa hal ini ke DPRD dan memanggil rumah sakit yang seperti ini. Bila memang ruangan penuh itu hanya alasan belaka, kita dorong adanya pinalti dan hukuman bagi pihak pengelola rumah sakit,” ungkap legislatif yang dikenal dengan segudang pantun pamungkas ini.
Di sisi lain, Wong juga mengingatkan warga untuk memastikan seluruh anggota keluarga tercatat dalam kartu keluarga (KK). Karena syarat utama menggunakan fasilitas layanan kesehatan BJPS Kesehatan gratis UHC, yang sekarang disebut Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB), namanya harus tercatat dalam KK Kota Medan.












