Tapi sangat disayangkan tambah TGD, bahwa makam-makam itu terkesan tak terurus sama sekali. Apalagi letak kuburan wali Allah itu banyak berada di tengah hutan bahkan di tepi pantai.
Padahal kalau dilihat dari literatur nisan dan bentuk kuburan yang ditemui selama perjalanan tiga hari di kabupaten Madina tersebut, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Adapun kuburan wali Allah yang dikunjungi yaitu, Syekh Abdul Fatah. kuburan Syekh Abdul Malik dan Syekh Malim Kayu Keduanya ini merupakan murid langsung dari Syekh Abdul Fatah.
“Menurut informasi yang kami dapat dari masyarakat kampung sekitar kuburan, bahwa Syekh Abdul Fatah ini merupakan orang pertama yang menyebarkan Islam di Kabupaten Madina. Wali Allah ini berasal dari Pagaruyung Sumatera Barat,” ucap TGD serius.
Selain itu TGD menambahkan, Syekh Abdul Malik ini merupakan menantu Syekh Abdul Fatah yang diperkirakan berdarah Arab yang menetap di Pagaruyung.
Diceritakan juga tentang riwayat Syekh Abdul Malik yang asli putra Mandailing pernah berada di kota suci Makkah saat kota suci umat Islam itu terbakar. Padahal sewaktu terjadinya kebakaran tersebut, Syekh Abdul Malik sedang pangkas rambut dirumahnya.






