Sebelum menggelar open house, Indra bersama keluarga terlebih dahulu melaksanakan ibadah pada pagi harinya. Siang harinya, ia membuka rumahnya untuk menerima tamu dan berbagi kebahagiaan Tahun Baru Imlek.
Indra mengungkapkan, ratusan tamu yang hadir berasal dari berbagai unsur. “Ada teman-teman saya dari Pemprov, Pemko, di Kodam, Polda, ada juga dari partai, dewan, tokoh-tokoh agama, semua yang bisa kita ajak duduk bersama. Tentunya semoga akan membawa hasil yang baik, karena khas Timur kan begitu, guyub,” tuturnya.
Sebagai tokoh Tionghoa Sumut dan pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Indra menilai perayaan Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan momentum memperkuat toleransi dan persaudaraan.
“Sesuai makna Imlek sebenarnya, pertemuan itu membawa silaturahmi yang baik untuk masalah-masalah yang selama ini kita hadapi. Ada yang kurang, ada yang lebih. Tahun yang saat ini kita harapkan akan lebih baik. Di Indonesia memang seharusnya kita lebih toleran dan lebih bisa bersahabat,” katanya.
Tahun 2026 dalam penanggalan Tionghoa dikenal sebagai Tahun Shio Kuda Api. Namun menurut Indra, yang terpenting bukanlah simbol tahunnya, melainkan semangat usaha dan doa.












