Setiap tingkatan mulai dari SD, SMP hingga SMA, sebut Adlin Tambunan, memerlukan perlakuan yang berbeda agar pesan sosialisasi PTM ini bisa sampai, dipahami dan diterapkan secara baik. Untuk itu ia meminta kepada pihak Dinas Pendidikan agar bisa benar-benar merumuskan kebijakan yang jadi solusi bagi tantangan tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta peran dan kontribusi orang tua untuk aktif membimbing dan mengarahkan anak terkait pentingnya prokes.
Sebagai salah satu persiapan dalam eksekusi rencana ini, Wakil Bupati Sergai menyebut perlu dilakukan simulasi PTM. Simulasi ini menurutnya merupakan bentuk kehati-hatian yang diperlukan agar diperoleh gambaran jelas dan bisa dilakukan evaluasi komprehensif sebelum nantinya PTM bisa diterapkan secara penuh.
“Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, jadi mesti dirumuskan dengan serius. Lebih lanjut lagi, ini juga akan berpengaruh kepada kesehatan lingkungan sekitar dan bahkan dalam cakupan yang lebih luas,” ucapnya.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Sergai Suwanto Nasution, S.Pd, MM, menyampaikan jika seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Sergai sudah menyetujui rencana PTM dan menanggapi arahan Wakil Bupati, ia menyebut akan diadakan simulasi di 3 Kecamatan yaitu Sei Rampah, Perbaungan dan Sei Bamban, berturut-turut mulai tanggal 6 hingga 8 September.












