Medan, kedannews.com – Di tahun 2023 akan menghadapi tantangan dan resiko baru perekonomian global, seperti pelemahan perdagangan global, kecenderungan inflasi meningkat, perlambatan pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja yang menurun disebabkan adanya krisis pangan, energi dan ekonomi yang menerpa sebagian besar negara-negara di dunia.
Untuk itu Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) yang disusun haruslah merupakan sinergi atau bauran kebijakan fiskal yang solid dan terukur sekaligus APBD yang responsif, antisipatif dan fleksibel.
“Kita juga berharap, walaupun ada berbagai dampak pandemi dan faktor eksternal yang masih akan kita hadapi, bahkan mungkin mendorong tertundanya investasi namun target-target ekonomi makro yang optimistis diharapkan tetap dapat tercapai secara optimal sebagaimana direncanakan,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menyampaikan Nota Pengantar Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang RAPBD Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2023 di Gedung DPRD Medan, Senin (10/10).
Oleh karenanya, kata Bobby Nasution, sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RPKD) Tahun 2023, maka tema pembangunan kota yang ditetapkan yakni “Akselerasi Pemulihan Kota, Melalui Pengembangan Ekonomi Lokal, Pemberdayaan Sosial, Pembangunan Infrastruktur Menuju Medan Berkah, Maju dan Kondusif. Tema ini pada dasarnya, jelasnya, dimaksud untuk menciptakan pondasi pemulihan ekonomi yang kuat.












