“Saya mengantar koran pas jam istirahat, suasana kantor sepi, dan saya tidak mengetahui kalau ada orang di ruangan sebelah ruangan sekretaris,” jelas Amy
Usai meletakkan koran saya langsung pulang, dan saat itu Mrdt menghampiri dengan mengucapkan kata – kata dengan nada tinggi, bibir menggeletar karena emosi, kata Amy.
“Kantor Desa Sei Buah Keras sudah berlangganan koran sudah 20 tahun, dan semua Kaur Desa sudah kenal, jadi saya sudah rutin, antar koran dan pulang, ulas Amy.
Saat di konfirmasi melalui seluler, oknum Ketua BPD Sei Buah Keras, masih tetap mengeluarkan nada tingginya.
“Wajar saya marah, karena masuk rumah orang tidak permisi,” sebut Marudt.
Apa wartawan tidak diajarkan etika, masuk tanpa permisi, ujarnya dengan nada tinggi.
“Saya tidak ada urusan dengan anda,” ketus Mardt saat diminta wartawan untuk konfirmasi langsung di Kantor Kepala Desa Sei Buah Keras.
Kepala Desa (Kades) Sei Buah Keras, Syarifuddin, mengharapkan agar permasalahan tersebut di selesaikan dengan cara kekeluargaan saja.
“Sudahlah jangan diperpanjang lagi, kita selesaikan secara kekeluargaan,” ucap Kades Sei Buah Keras. (Eka/Plk)






