MEDAN LABUHAN, kedannews.co.id β Infrastruktur yang rusak parah dan sistem drainase yang tidak berfungsi di sejumlah titik di Kecamatan Medan Labuhan terus dikeluhkan warga. Kondisi ini menyebabkan genangan air kerap muncul setiap kali hujan, bahkan tak kunjung surut selama berhari-hari.
Pantauan di lapangan pada Rabu (12/11/2025) menunjukkan, di kawasan Simpang Kantor, Medan Labuhan, jalan yang berlubang besar serta aspal terkelupas sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Sementara itu, saluran drainase di sisi jalan tampak tidak berfungsi optimal karena penuh lumpur dan endapan sampah, sehingga aliran air tersumbat.
βJalan sudah seperti bubur, lubang di mana-mana. Kalau sudah banjir, anak-anak sekolah susah lewat, harus hati-hati takut jatuh. Genangan air ini bisa berhari-hari baru kering,β keluh Budi (45), salah satu warga setempat kepada wartawan.
Warga juga mengaku khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan. Kendaraan bermotor, terutama roda dua, kerap tergelincir karena lubang tertutup air. Akibatnya, risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan meningkat tajam.
Drainase Mati Suri, Warga Lelah Gotong Royong Sendiri
Masalah drainase menjadi sorotan utama masyarakat. Beberapa saluran air di Medan Labuhan tampak dangkal, tertutup lumpur, bahkan sebagian tidak memiliki penutup yang memadai. Kondisi ini membuat air hujan tak mampu mengalir ke saluran utama.
βKami sudah berkali-kali gotong royong, tapi percuma. Air dari parit tidak mau mengalir karena mampet total. Kami butuh pengerukan dan perbaikan permanen, bukan janji-janji,β ungkap Ibu Siti (50), pedagang di pinggir jalan yang sering menjadi korban banjir.
Kondisi tersebut memperlihatkan lemahnya koordinasi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Medan Labuhan dan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Padahal, UPT diharapkan berperan aktif melakukan pemeliharaan rutin dan memastikan infrastruktur lingkungan tetap berfungsi.












