โUntuk penjualan barang, grup memenuhi kewajiban pada suatu waktu tertentu. Karena itu, grup hanya mengakui kewajiban kinerja tunggal,โ jelas manajemen STAA sebagaimana tertulis dalam laporan keuangan yang diterbitkan baru-baru ini.
Peningkatan penjualan STAA diikuti naiknya beban pokok sekitar 10,72% (yoy) menjadi Ro 3,99 triliun yang menghasilkan penurunan laba bruto 9,94% (yoy) menjadi Rp 2,04 triliun tahun lalu.
Dilihat dari total aset, STAA terpantau masih memiliki Rp 7,01 triliun per 31 Desember 2022, berkurang dari Rp 5,85 triliun pada akhir 2021. Total aset tahun lalu, terdiri dari total aset lancar Rp 2,3 triliun dan total aset tidak lancar Rp 4,71 triliun.
Pada periode sama, STAA masih membukukan tanggung jawab keuangan (liabilitas) senilai total Rp 2,36 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 890,81 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 1,47 triliun. Jumlah liabilitas ini sudah berkurang dari posisi per 31 Desember 2021 yang sebanyak Rp 2,76 triliun.
Di sisi lain, perseroan memiliki total ekuitas Rp 4,64 triliun akhir tahun lalu, naik dari Rp 3,09 triliun per 31 Desember 2021.












