Itu sebabnya saat menyampaikan sambutannya, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini sempat berdialog dengan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer. Diharapkannya, para mahasiswa itu dapat menggunakan ilmu yang dipelajarinya untuk menginformasikan terkait pencegahan dan penanganan yang dilakukan terhadap stunting.
“Intinya yang ingin saya sampaikan, pencegahan stunting itu bukan hanya tanggung jawab dari mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat maupun Gizi saja, tapi semua fakultas punya peranan penting untuk mencegah stunting,” ungkapnya.
Kepada para relawan UMI, Bobby Nasution selanjutnya mengatakan, besar harapan agar para relawan saat menjalankan tugas tidak hanya fokus dengan persoalan gizi maupun kesehatan semata, tapi juga bagaimana dapat menginformasikan pencegahan stunting dapat tersampaikan bukan hanya kepada yang sudah terkena stunting melainkan juga warga yang belum terkena stunting, terutama para orang tua baru sehingga dapat melakukan pencegahan sejak dini sehingga anaknya kelak tidak terkena stunting.
Di kesempatan itu Bobby Nasution juga mengucapkan terima kasih karena Bishop dan Rektor UMI serta dekan yang berjumlah 9 orang bersedia menjadi Bapak Asuh Stunting. Terkait itu, Bobby berharap hal itu bisa diikuti Dandim 0201/Medan dan Kapolrestabes Medan yang diwakili Wakapolres agar bisa menyampaikan kepada jajarannya untuk dapat menjadi Bapak Asuh Stunting.












