Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pemerintah kelurahan dalam membina generasi muda, bukan justru memberikan stigma negatif terhadap komunitas yang tengah menjalani proses pembinaan.
Menurutnya, komunitas seperti Uyod Area justru berpotensi menjadi wadah positif dalam membangun karakter anak muda dan menjaga kondusivitas masyarakat.
“Kita ingin pembinaan sampai ke tingkat lingkungan. Jangan jadikan jabatan sebagai alat kepentingan, tetapi sebagai sarana membangun masyarakat,” ujarnya.
KMMB Sumut juga menegaskan akan membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum karena dinilai menyangkut nama baik komunitas dan individu.












