Ikhyar menambahkan elektabilitas Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang konsisten satu koma sejak tahun 2021 hingga saat ini merupakan Anomali politik
“Ini anomali sebenarnya, partai yang sudah pengalaman dan pernah berkuasa puluhan tahun, punya kekuatan logistik yang tidak terbatas , sosok yang diusung sedang menjabat Menko, bersih dan punya kinerja bagus, tapi mesin Partai selama bertahun tahun tidak mampu menaikkan popularitas maupun elektabilitas Airlangga Hartarto, hanya mampu menempatkan Ketum Golkar tersebut dalam kisaran CASAKOM atau Capres Satu Koma, ada apa ini?,” tanya Ikhyar.












