Ikhyar melanjutkan bahwa pèrintah presiden sudah jelas dalam menangani konflik lahan di Sumut khususnya petani Sei Mencirim Dan Simalingkar versus PTPN II
“Perintah Presiden Jokowi kan sudah jelas dalam rapat terbatas yañg dihadiri oleh Menteri ATR/BPN Marsekal TNI (Purn) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto S.I.P dan Gubernur Sumatera Utara yaitu , untuk menuntaskan Sengketa tanah, terus apa urusannya malah meninjau terminal amplas bersama walikota sementara warga sei mencirim dan warga simalingkar A yang sedang bersengketa dengan PTPN II malah tidak di kunjungi,” sindirnya.
Ikhyar mengingatkan ucapan dan janji Menteri ATR/BPN saat sampai di Medan.
“Masyarakat Sumatera Utara khususnya warga Sei Mencirim dan Simalingkar masih ingat ucapan pak Mentri, kedatangannya memang sengaja untuk meninjau secara langsung lahan sengketa untuk bisa melihat kondisi lahan sengketa secara komprehensif dan akan menyelesaikannya dengan instansi yang bersengketa. Masyarakat Sei Mencirim sudah siapkan semua bahan dan dokumen, bahkan gorengan ubi dari lahan yang disewa petani pun sudah tersedia agar dapat berdialog langsung dengan Menteri, tapi pak Mentri lebih penting berkunjung ke terminal bersama Menantu Presiden dari padà berdialog dengan warga mencirim”, tutur ikhyar yang juga dikenal kètua Relawan Jokowi Jaringan Amar Ma’ruf Sumut.












