Menurutnya pada tahun 2020 ketika sudah mulai dikenal pengunjung, dirinya dan sebagian langganan yang juga tertarik pada buku-buku bacaan, giat menyelenggarakan acara. Baik tentang Buku, Seni, dan banyak lagi.
βTak hanya masyarakat lokal Tulungagung yang tertarik untuk menyelenggarakan acara di tempat ini, banyak juga kawan dari luar kota juga ikut menyelenggarakan acara di tempat ini,β tuturnya.
Namun sayang, kekurangan media publikasi acara hanya mengandalkan story dan Broadcast di whatsapp menjadi kendala tersendiri untuk menarik perhatian masyarakat umum bergabung memeriahkan acara ini.
Begitu pula kondisi cuaca yang sejak bulan oktober terpantau sulit diprediksi berimbas pada menurunnya jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan ini.
Disebutkan, para peserta yang hadir biasanya didominasi oleh kalangan Mahasiswa, namun tak sedikit pula usia dewasa yang telah lulus mengenyam pendidikan perguruan tinggi ataupun orang awam yang tertarik untuk sekedar menghibur diri dengan mengikuti acara ini.
Ini menunjukkan geliat penyadaran akan literasi yang dibungkus dalam sajian tempat rekreasi. hal ini merupakan cara yang efektif dalam memberikan nilai positif penyadaran budaya literasi, diantaranya, Tualang Buku, Bincang Tualang, Jumpa di Kakofoni, Serangan Layar, dan penamaan-penamaan acara lainnya juga memiliki cerita tersendiri.












