Dalam pernyataan terkait Kata “Tualang Buku” sebagai nama acara yang digelar oleh teman-teman ini, selain untuk menarik perhatian juga menggambarkan bahwa orang yang hadir bukanlah orang yang sudah memiliki bakat dalam menganalisis atau hanya mereka yang sudah paham betul dengan tema yang diusung.
Melainkan mereka yang tertarik dan ingin bertualang mengulik tema-tema yang disajikan. Hal ini merupakan pertimbangan awal penggunaan kata “Tualang” dan membuat kegiatan ini lebih memasyarakat dan mampu menarik atensi publik.
“Harapan dari teman-teman aktivis literasi ini semoga nantinya acara ini dapat terus diselenggarakan dan mendapat respon yang lebih besar terutama dari masyarakat lokal untuk meningkatkan minat baca di Daerah Tulungagung,” tutupnya.
Penulis: Gusti Indah
Editor: Mery Ismail, S.Sos












