Tulungagung, kedannews.com – Turunnya minat baca dan kualitas wawasan siswa/mahasiswa akibat pembelajaran online yang berlangsung hampir dua tahun menjadi lecutan bagi sekelompok Pemuda Tulungagung untuk mengkampanyekan kembali budaya baca dan analisis.
Kelompok ini akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan pemulihan budaya literasi yaitu suatu budaya di masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis.
“Kebanyakan dari siswa/mahasiswa saat ini hanya mengandalkan media online, sebagai penyedia informasi tercepat tanpa memikirkan dampak ketergantungan yang menimpa” Kata Bang Iwan Pemilik kedai, Selasa (18/1/2022).
Kedai baca yang mereka namakan KAKOFONI (nama dari salah wilayah Ketanon) kedai juga menyediakan perpustakaan sederhana (Mini Library).
“Kegiatan ini tidak dibentuk atas nama Komunitas apapun, dan murni karena yang juga merupakan tempat diselenggarakannya seluruh kegiatan literasi ini” lanjutnya
โIde ini berangkat dari hobinya membaca kemudian ingin menularkan ketertarikan membaca ke orang-orang terutama lingkungan sekitar. Dan terbesitlah gagasan untuk membuat tempat yang merakyat untuk berkumpul dan berdiskusi”, tambah Iwan.












