Guna mendukung pengembangan angkutan massal tersebut, Bobby mengajak seluruh masyarakat Kota Medan agar beralih menggunakan transportasi massal yang disediakan pemerintah dari pada menggunakan angkutan pribadi. Dijelaskan Bobby, penduduk Kota Medan kalau siang hari lebih banyak daripada malam hari, karena banyak yang dari luar Kota Medan bekerja di Kota Medan.
βKondisi itu tentunya berdampak dengan bertambahnya pengguna jalan sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan. Jadi saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan angkutan massal sebagai pilihan utama, sehingga kemacetan yang terjadi di Kota Medan dapat berkurang,β harapnya.
Sementara itu Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis menyebutkan, penyebab kemacetan terjadi akibat populasi setiap tahunnya naik 4,1 persen. Kemudian masyarakat masih masif menggunakan kendaraan pribadi, serta jumlah angkutan kota (angkot) yang beroperasi saat ini sebanyak Selain mengurangi 6.500 unit dengan 184 rute meski tidak semua aktif.
Selain mengurangi kemacetan, jelas Iswar, pengembangan angkutan massal (BRT) diprediksi dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 29.240 ton pada tahun 2024, menurunkan angka kecelakaan sampai 6 persen, mengurangi waktu perjalanan per-rute sekitar sebesar 29 persen, menciptakan lapangan kerja sebanyak 1.870-2.178 orang untuk crew BRT serta mampu mengangkut penumpang sebanyak 14.323-153.277 orang per hari (proyek












