Seperti yang di pusat kota Tebing Tinggi, tepatnya di Jalan Jendral Ahmad Yani, seluruh toko tutup, tidak ada aktivitas jual beli, warga terlihat sibuk mengemasi barang dagangannya agar tidak terendam air.
Meskipun pada Jum’at malam air banjir sempat surut, namun hari ini kembali naik, kedalaman air mencapai di atas satu meter.
Saat ini warga sangat membutuhkan pasokan makanan, terutama makanan yang siap saji dan juga tempat berteduh.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebing Tinggi, saat ini ada 3222 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir, dan diperkirakan terus bertambah.
Saat di hubungi wartawan, Kepala BPBD Kota Tebing Tebing via seluler, handphone nya tidak aktif.
Pantauan di lapangan, tidak hanya BPBD Kota Tebing Tinggi yang sibuk menyelamatkan dan evakuasi warga, TNI – Polri juga berjibaku untuk menolong warga, terutama orang tua dan anak-anak.
Banjir juga telah menggenangi badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Simpang Beo dan Kebun Rambutan, sehingga arus lalu lintas macat sepanjang 6 Km lebih.






