
Rangkaian acara diawali dengan manortor bersama panitia dan penyambutan para rombongan pomporan Sihotang dari berbagai wilayah Indonesia. Rombongan menampilkan tortor massal dengan iringan musik Batak, sembari memberikan tuppak (sumbangan adat sukarela) kepada panitia sebagai simbol partisipasi dan penghormatan.
Kemeriahan kian terasa dengan hadirnya penari adat profesional dan pertunjukan tarian khas yang melibatkan patung Sigale-gale, ikon budaya Batak yang sarat makna spiritual dan historis. Beberapa rombongan membawa hingga 50 orang peserta lebih saat Nortor tersebut, menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas sesama marga, boru, serta hula-hula.
Pada wawancara, Benny H Sihotang menjelaskan bahwa acara ini bukan hanya untuk mempererat ikatan kekerabatan, tetapi juga sebagai wadah doa bersama untuk masa depan yang lebih baik.
“Ini adalah suatu acara yang dibuat oleh keluarga besar Punguan Raja Sigodangulu Sihotang se-Indonesia. Di sini namanya Pesta Partangiangan Bolon. Tujuannya adalah untuk lebih menyatukan lagi, meminta kepada Tuhan untuk Raja Sihotang ke depan bisa lebih bersatu, bisa lebih lagi melangkah bersama, dan seluruh pomporan Sihotang maju ke depannya,” ujar Benny didampingi sang istri, yang juga anggota DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung.












