Lanjutnya, korban mengaku kepada ibunya bahwa setiap dilakukan itu kepadanya, pelaku memanggil korban ke rumah pelaku. Dan disitulah pelaku menyalurkan kelakuan bejatnya.
“Saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Apa lagi mereka sudah ku anggap keluarga saya sendiri,” ucapnya.
Dikatakannya, karena anaknya nangis terus dan akhirnya ibu korban membawa anaknya di klinik terdekat untuk di periksa. Namun, bagaikan di sambar petir hati ibu korban mendengar pengakuan dokter bahwasanya kemaluan anaknya koyak.
“Karena tetangga saya pelakunya, saya berniat mendatangi rumah pelaku dengan di bicarakan secara kekeluargaan. Tetapi, saya mendapatkan gertak dari orang tua pelaku dan tidak mengakui perbuatan kedua anaknya tersebut,” paparnya.
Karena tidak ada niat baik dari pelaku, lanjut ibu korban, akhirnya korban menempuh jalur hukum dan melaporkannya di Polrestabes Medan dengan nomor polisi SSTLP/B/2157/VII/YAN 2,5/2023/SPKT RESTABES MEDAN/POLDA SUMUT tanggal 02 Juli 2023 pukul 15.19 WIB.
“Saya memohon kepada Kapolrestabes Medan segera menangkap pelaku. Semua bukti dan visum sudah saya serahkan kepada petugas unit Reskrim Polrestabes Medan,” harapnya.












