Sayangnya setelah berkali kali dilakukan, peristiwa pencabulan ini baru terungkap saat ibu biologis korban mengajak makan bersama di sebuah cafe Kota Medan saat dirinya berulangtahun. Ketika diajak pulang korban meronta dan menolaknya. “Kak anakku ini kok kencing terus ya? Dibilangnya mau buang air besar tapi gak ada yang keluar. Aku mau ceboki dia malah nyengir kesakitan sambil meronta.
Dari situ keesokan harinya, korban yang tak jadi diantar kembali pulang ke rumah terlapor, saat tidur lelap Del dan keluarga yang lain coba membuka celana dan memfoto vagina korban. Mereka terkejut lantas membawa ke bidan terdekat yang juga mengatakan vagina tersebut sudah longgar dan terluka.
“Ini sudah sering dimasukkan benda tumpul, lihat saja kemaluannya memar dan ukurannya sudah besar tak seperti anak di usianya. Coba kalian tanya pelan- pelan apa yang terjadi dengan korban. Keterangan dua orang ahli medis ini apa tak kuat untuk kasus ini? Malah hasil visumnya berbalik seperti ingin menutupi suatu kebohongan. Saya tanya kembali pada semua orang, apa yang akan dilakukan jika hal ini terjadi dengan anak kalian? Semua orangtua dan keluarga pasti tidak akan terima dengan nasib tragis anaknya, sudah pasti masa depannya hancur. Betulkan? tandas Del dengan emosi dan kecewa.












