“Dari situ lah saya berpikir untuk membuat program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan menikah dan pasangan yang akan memiliki anak pertama, terkait langkah apa yang harus dilakukan agar anak mereka nantinya terhindar dari stunting,” ungkapnya.
Sebelum program itu dijalankan, Bobby Nasution minta kepada OPD terkait untuk menyiapkan data stunting di Kota Medan selama dua minggu kedepan. Jika pendataan ini sudah selesai, imbuhnya, maka PDKI Cabang Sumut bisa langsung menganalisis sebagai tindak lanjut penanganan stunting.
“Kita akan memberikan edukasi kepada ibu-ibu muda atau calon pengantin mengenai stunting seperti apa dan cara mencegahnya bagaimana. Saya minta dokter yang hadir disini kalau memang tujuannya menangani stunting, kita fokuskan disitu. Kalau bisa teman-teman PDKI Cabang Sumut juga menyiapkan programnya seperti apa dalam menangani stunting di Kota Medan. Jadi kita bisa langsung turun ke masyarakat untuk melakukan pendekatan,” jelas Bobby.
Sebelumnya, Ketua PDKI Cabang Sumut Dr dr Isti Ilmiati Fujiati SpKKLP mengungkapkan, PDKI Cabang Sumut memiliki program Kompak Medan. Dijelaskannya, program ini merupakan bentuk kolaborasi untuk mengendalikan penyakit kronis di Kota Medan, seperti tuberkulosis (TBC) dan diabetes. Oleh karenanya PDKI Cabang Sumut berharap dapat membuat Kota Medan bebas TBC.












