“Meskipun belum dipastikan Omicron, langsung kita periksa begitu mengetahui ada warga positif Covid-19. Kemudian kita periksa juga siapa yang kontak erat dengan yang bersangkutan, kita tidak ingin kecolongan. Selama menunggu hasil pemeriksaan keluar, warga yang positif Covid-19 dan orang-orang terdekatnya kita tracing. Mereka selanjutnya wajib menjalani isolasi, “ ungkap Kadis Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah.
Di samping itu, imbuh Taufik, Dinkes juga telah menyiapkan tempat isolasi terpusat (isoter) yang dimiliki Pemko Medan yakni ex Hotel Soechi Jalan Cirebon dan Gedung P4TK, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Kita siapkan semuanya, kedua isoter juga sudah kita siagakan. Jangan sampai 1×24 jam pasien yang positif Covid-19 tidak diisolasi, nanti malah akan semakin banyak yang harus ditracing. Kita ingin meminimalisir penyebaran dengan melakukan tracing secara cepat. Jadi, respon time kita harus lebih cepat,” jelas Taufik.
Langkah yang dilakukan Bobby Nasution mencegah Omicron masuk ke Kota Medan mendapat sambutan dan dukungan penuh dari Kepala Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr dr Humairah Medina Liza Lubis MKed (PA) SpPA. Dengan langkah yang dilakukan tersebut, Humairah menilai Kota Medan merupakan daerah paling kuat cegah Omicron daripada daerah lainnya.






