Per 29 September 2023, nilai outstanding payment contract teh PTPN IV tercatat sebesar Rp29.438.876.540,00, terdiri dari:
- Kontrak 2022: Rp5,84 miliar
- Kontrak 2023: Rp23,59 miliar
Total volume teh yang belum dibayar mencapai 1.607.220 kilogram.
Akibat belum adanya pelunasan, teh tersebut tidak dapat diambil oleh pembeli dan masih tersimpan di gudang PTPN IV.
Persediaan Menumpuk, Umur Stok Capai 387 Hari
BPK mencatat umur persediaan teh yang belum dibayar tersebut berkisar antara 20 hingga 387 hari, dengan nilai persediaan mencapai Rp24.185.044.755,00.
Dalam wawancara dengan Kepala Divisi Pemasaran Aneka Tanaman (DPAT) PTPN III (Persero), terungkap bahwa pihak manajemen tidak memutus kontrak meski telah melewati lebih dari 100 hari jatuh tempo, dengan alasan:
- Kekhawatiran harga jual teh akan menurun jika kontrak diputus;
- Kehilangan kesempatan memperoleh harga kontrak sebelumnya;
- Menjaga stabilitas pasar penjualan teh.
Denda Keterlambatan dan Sewa Gudang Belum Tertagih
BPK menegaskan bahwa sesuai ketentuan perusahaan, pembeli yang terlambat membayar wajib dikenakan denda keterlambatan (overdue interest).












