“Kita akan benahi apa yang perlu dibenahi. Sekitar 100 kios sudah disiapkan untuk proses relokasi ini. Nantinya akan dipasang terpal dan sekat-sekat sehingga pedagang bisa nyaman berjualan,” harapnya.
Perihal relokasi, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Sei Rampah (Himpera) Khairil Anwar Daulay menyampaikan dukungannya. Ia beralasan, relokasi akan memperpanjang waktu aktivitas kegiatan jual beli di pasar.
“Selama ini aktivitas di pasar hanya terbatas setengah hari saja. Kalau direlokasi, maka pedagang pasar dan pembeli bisa bertransaksi sampai sore,” ungkapnya.
Khairil juga tak lupa mengapresiasi dilaksanakannya Grebek Dahsyat yang menyasar beberapa titik pasar rakyat di Sergai.
“Ini program yang sangat membantu kami para pedagang. Angka transaksi otomatis naik, apalagi di masa PPKM seperti sekarang. Terima kasih kepada Pemkab Sergai, Bupati dan Wakil Bupati serta para ASN yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkasnya.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, dalam Grebek Dahsyat ini ASN dari seluruh OPD dibagi ke dalam 5 tim dengan masing-masing koordinator sesuai dengan Surat Bupati Sergai No. 18.29/005/4533/2021. Selain Bupati dan Wakil Bupati, Sekdakab Sergai H.M. Faisal Hasrimy, AP, M.AP dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hj. Nina Deliana, S.Sos, M.Si, mengkoordinir ASN di Pasar Rakyat Sei Rampah, kemudian Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Santun Banjarnahor, M.Si, di Pasar Rakyat Tanjung Beringin, Asisten Administrasi Umum Irwani Jamilah, SH, mengkoordinir di Pasar Rakyat Perbaungan dan terakhir Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Sudarno, S.Sos mengkoordinir di Pasar Rakyat Sei Buluh. (Dips)












