“Saat ini, kita berada di era globalisasi yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan 5-6 tahun yang lalu. Revolusi industri 4.0 telah mengubah segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan. Di sisi lain, persaingan antar daerah dan desa juga semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar, dan memperebutkan talenta-talenta hebat yang digunakan untuk memajukan daerah dan desanya,” ungkapnya.
Dalam menghadapi perubahan dan persaingan tersebut, Bupati memintta agar seluruhnya menyikapi dengan cara-cara baru dan terobosan-terobosan baru. Kecepatan, kreativitas dan inovasi, yakin Darma Wijaya, adalah kuncinya. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif, ia sebut tidak bisa diteruskan lagi karena harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan daerah atau desa yang lain.
“Saya mengajak kita semua khususnya para Kades untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama, tidak ada lagi kerja linear dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah, kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja dan cepat beradaptasi dengan perubahan. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi,” tegas Bupati Sergai lagi.












