Tak lupa Bupati juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tersebut untuk tidak memanfaatkan tanggul secara pribadi yang dibangun dari program normalisasi, karena tanggul tersebut digunakan untuk jalan produksi sehingga lebih berdampak ekonomis.
“kepada seluruh masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Belutu untuk dapat bekerja sama secara baik dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan apalagi sampai membuang sampah ke sungai,” tutup Bupati.
Dikesempatan serupa koordinator FTJSLP H. Indra Wijaya yang juga Manajer PT Socfindo mengatakan jika adanya tren peningkatan keterlibatan partisipasi perusahaan untuk ikut tergabung dalam forum yang digagas oleh Bupati Sergai.
Ia pun mengucapkan terima kasih atas inisiatif Pemkab Sergai yang telah menurunkan alat berat berupa ekskavator sehingga mengurangi biaya produksi. Sehingga biaya sewa terhadap alat berat menjadi berkurang dan cukup hanya mengandalkan bahan bakar minyak (BBM) saja.
“ saya optimis yang sudah dilakukan ini akan menjadi contoh dan trigger bagi perusahaan lainnya. Sebuah perusahaan itu punya tanggung jawab sosial (CSR) terhadap lingkungan sekitarnya,” tandasnya.












