Diungkapkan Bagus Akbar , AMTI tidak melihat dari aspek hukum melainkan dari aspek sosialnya. ” Kita tidak mau Wakil Bupati dijadikan sebagai simbol atau sebagai gambar saja, Wakil Bupati harus punya peran strategis yang nyata dijalankan, tidak hanya sekedar hadir sana hadir sini tetapi tidak punya karakter di masyarakat. Fakta dilapangan tidak ada kebijakan atau diskresi tentang hal hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat”.
Lantas bagaimana dengan janji Wakil Bupati saat pelantikan menyatakan akan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung. fakta dilapangan sama sekali tidak terlaksana.
Secara organisasi AMPTI sudah mengucapkan selamat dan berkirim surat guna meminta Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo bekerja dengan baik, namun sampai sekarang tidak ada tanggapan. Ini membuktikan jika Wakil Bupati Tingagung tidak peduli dengan masyarakat.
” Kami tidak kenal dengan Wakil Bupati, akan tetapi hadirnya kita di sini mewakili bagian dari elemen masyarakat punya tanggung jawab untuk memberikan Kabupaten Tulungagung yang lebih baik”, tuturnya.
Disebutnya, “seorang Gatut Sunu Wibowo menjabat sebagai wakil Bupati hingga tahun 2023, jangan sampai semua kegiatan atau acara yang dihadiri menjadi asal ikut.












