Salah seorang pekerja Mebel, Amiruddin menyampaikan bahwa dirinya bekerja menggunakan masker, dia mengatakan serbuk sisa potongan dari pekerjaan naik ke atas udara.
“Saya kerja pakai masker, ini masker hitam, kalau serbuk sisa potongan dari pekerjaan, ya naik keatas,” ungkap Amir salah satu pekerja.
Saat diwawancarai tepatnya di sebelah tembok yang bersebelahan di tembok Perguruan Swasta Taman Kanak-kanak, Pemilik Pabrik Mebel, Fuad Lubis mengatakan polusi udara berupa asap tersebut bersumber dari serbuk kayu yang dibakarnya, mereka membakarnya dikarenakan untuk menghalau nyamuk dari parit aliran dari sekolah Perguruan Swasta tersebut.
“Polusi udara berupa asap tersebut bersumber dari serbuk kayu yang kami bakar, kami bakar dikarenakan untuk menghalau nyamuk dari parit aliran dari sekolah Perguruan Swasta tersebut,” pungkas Fuad.
Fuad Lubis menceritakan bahwa parit tersebut jalurnya dari Pabrik Mebel miliknya ke Perguruan Swasta Taman Kanak-kanak, kondisi parit yang berada di Perguruan Swasta Taman Kanak-kanak tertutup yang mengakibatkan nyamuk keluar dari gorong-gorong di dalam pabriknya, maka dengan itu mereka membakar serbuk kayu sisa dari pekerjaan Mebel tersebut.












