“Kepada seluruh Personel, segera tingkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan sebagai anggota intelijen secara rutin dengan melakukan latihan fungsi dan unit opsnal Intelkam,” ujarnya.
“Dan juga pahami tugas yang diberikan, baik berupa STO (service type organization) maupun (Mission type organization) serta ikuti perkembangan situasi yang terjadi,” terang Iskandar.
“Manfaatkan medsos medol sebagai sarana dan bahan analisis informasi positif dan negatif, serta lakukan langkah kontra opini guna meningkatkan public trust organisasi,” tegas Alumni Akpol 91.
Mengingat rakor ini dilakukan secara berkesinambungan, Dir Intelkam berharap adanya nilai tambah bagi para peserta dalam memahami dan menggali serta mengkaji materi yang diberikan sehingga hasil yang di diskusikan bersama dapat memberikan kontribusi.
βHarapan kita Rakor ini dapat dijadikan sebagai langkah terobosan dalam melakukan upaya penanggulangan terhadap berkembangnya paham, kelompok radikal, teror ataupun intoleransi,” ujar mantan Kabid Humas Polda Semarang.
“Dengan melihat kepada fakta-fakta kejadian yang telah terjadi dengan intelijen dasar penyebaran informasi yang terjadi secara cepat dan masif melalui media sosial yang dimiliki, dengan penyebaran paham radikal yang dapat membuat polarisasi antar elemen masyarakat yang dapat menggoyang sendi sendi persatuan dan kesatuan bernegara di Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Sumsel,β kata Dir Intelkam Kombes Pol Iskandar F Sutisna.












