“Permintaan dan harapan dari Partai Gerindra se-Sumut, masih nama Pak Prabowo. Oleh karena itu, inilah yang terus kita jalankan agar beliau bisa maju. Kursi kita ada 78, masih kurang (parlementary threshold 20%) , tentu kita harus berkoalisi,” sebut Wakil Ketua DPR RI tersebut.
Namun untuk koalisi, Muzani menegaskan bahwa Gerindra merupakan bagian dari besarnya Bangsa Indonesia. Sehingga para pemimpin bangsa, tentu tidak boleh cepat tersinggung meskpiun dalam kontestasi menjadi pihak yang berbeda (partai). Sehingga apa yang dijalankan, adalah demi masa depan negara yang lebih baik.
“Itu yang diajarkan Pak Prabowo, pemimpin bangsa harus mengajarkan tetap bersatu. Itulah inspirasi tentang harapan dan optimisme. Kita mengganggap semua partai berjuang untuk bangsa dan negara. Karena itu Gerindra tidak punya musuh, dendam dengan partai manapun. Semua adalah teman kita,” jelasnya.
Terkait keberadaan Prabowo di kabinet Joko Widodo-Ma’uf Amin, dirinya menyebutkan bagaimana kinerja di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) saat ini sebagai satu yang terbaik. Sejalan dengan itu, nama mantan Pangkostrad ini pun disebutkan mendapat tempat yang teratas dari segi elektabilitas. Untuk itu ia meminta semua kader memberikan yang terbaik bagi rakyat, berada dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.












