Proses produksi, kata Abdullah, telah dipersiapkan selama sekitar dua tahun. Salah satu tantangannya adalah menentukan lokasi syuting yang sesuai dengan cerita sekaligus dapat diakses oleh para pemain dan kru penyandang disabilitas.
âKami harus mempersiapkan lokasi-lokasi yang cukup relate dengan cerita tetapi tidak sulit untuk dijangkau aksesnya oleh teman-teman disabilitas karena tidak hanya enam pemain ya, tetapi juga ada 42 anak disabilitas yang ikut bergabung dalam film Istimewa ini,â katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan penyandang disabilitas juga terdapat di balik layar produksi.
âTidak hanya pemainnya, tapi krunya juga kami ambil dari beberapa teman-teman disabilitas termasuk BTS juga diambil oleh teman-teman,â ujar Abdullah.
Aldi: Tantangan Terberat Saat Harus Menangis
Salah satu pemeran film Istimewa, Zulfadli Aldiansah atau Aldi, berperan sebagai Aldo. Dalam wawancara, Aldi mengatakan kesempatan bermain dalam film tersebut bermula ketika dirinya mendapat tawaran untuk bermain film.
âAwalnya saya ditelepon. Ditanya, âNak, mau enggak main film?â Kebetulan ayah saya menjadi pemeran utama, dan ada lima orang yang menjadi pemeran utama dalam film ini,â kata Aldi.
Bagi Aldi, salah satu tantangan dalam menjalani peran tersebut adalah ketika harus membangun adegan emosional.
âYang paling berat itu ketika harus menangis. Kadang kurang tidur, tetapi air mata tetap harus keluar,â ujarnya.












