Lifestyle

Film Istimewa Bawa Kisah Anak Disabilitas, Medan Jadi Kota Pertama Cinema Visit di Sumatera

×

Film Istimewa Bawa Kisah Anak Disabilitas, Medan Jadi Kota Pertama Cinema Visit di Sumatera

Sebarkan artikel ini

Pemain dan produser film Istimewa bertemu penonton Medan, mengangkat pesan tentang kesempatan dan penerimaan terhadap penyandang disabilitas

Kolase Banner Film Istimewa dan Pemain dan produser film Istimewa saat mengikuti cinema visit di Centre Point XXI Medan, Kamis (20/8/2026), dalam rangka menyapa penonton sekaligus memperkenalkan pesan film tentang keluarga, penerimaan dan kesempatan bagi penyandang disabilitas. (kedannews.co.id/Foto: Aris)

Aldi mengatakan keinginannya bermain film sudah muncul sejak kecil. Sebelum terlibat dalam Istimewa, ia mengaku pernah bermain dalam film pendek dan teater serta aktif dalam kegiatan kesenian teater.

“Alasan utamanya karena sejak kecil cita-cita saya memang ingin bermain film. Apa pun yang bisa saya ambil dan lakukan, akan saya jalani. Ini juga menjadi tantangan bagi saya karena sebelumnya saya sudah pernah bermain film pendek dan teater. Saya juga aktif dalam kegiatan kesenian teater,” katanya.

Yanni Soroti Stigma terhadap Anak Disabilitas

Sementara itu, Yanni Melwani, pemeran Kinan dalam film Istimewa, berharap film tersebut dapat membantu masyarakat melihat anak-anak disabilitas secara lebih positif.

“Harapan dari film ini, semoga masyarakat yang menonton film ini bisa menghilangkan stigma buruk tentang anak-anak disabilitas, agar mereka tahu bahwa anak-anak disabilitas atau yang kita sebut istimewa, mereka juga punya kesempatan dan punya karya yang harus kita kasih ke mereka untuk mereka lakukan hal itu,” kata Yanni.

Kisah Istimewa berpusat pada kehidupan lima anak dengan disabilitas yang tinggal bersama Pak Mahendra di Rumah Istimewa. Kehidupan mereka berubah ketika sosok ayah tersebut menghadapi kondisi kesehatan yang membuatnya memilih pergi secara diam-diam.

Kelima anak itu kemudian melakukan perjalanan untuk mencari sosok yang selama ini mereka anggap sebagai ayah. Dalam perjalanan, mereka menghadapi berbagai persoalan yang menguji persahabatan, ketulusan, serta ikatan keluarga.