Dalam keterangannya, Syahril menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan antara PEPSSI dengan Tuan Guru Syaikh Ali Mas’ud Al Banjari Al Haj.
“Yang mendirikan PEPSSI itu saya, tidak ada hubungan dengan Tuan Guru. Nggak ada itu. Nggak ada itu,” cetus Syahril berulang.
Pria yang akrab disapa Ustadz Turki itu menambahkan, sosok Tuan Guru seharusnya cukup dimuliakan di dalam hati dan tidak dibawa ke dalam atribut organisasi yang berpotensi memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Jadi jangan dibawa-bawa Tuan Guru nanti jadi fitnah. Itu bukan perintah PEPSSI. Waallahi,” tandasnya.
Syahril juga meluruskan informasi terkait posisi Galih Pamungkas di dalam struktur organisasi PEPSSI. Ia membantah klaim yang menyebut Galih sebagai Ketua Dewan Dakwah PEPSSI.
“Itu salah dia (Galih). Dia bukan Ketua Dewan Dakwah, tapi dia sebagai anggota Dewan Syuro,” bebernya.
Secara terpisah, sejumlah jamaah MATFA mengaku heran dengan masih terpampangnya gambar Tuan Guru yang disandingkan dengan atribut organisasi PEPSSI. Mereka mempertanyakan maksud dan tujuan pemasangan gambar tersebut.
“Kami yakin dan percaya bahwa itu bukan perintah dari pimpinan pusat PEPSSI,” tegas Zulkifli, jamaah MATFA asal Pangkalan Brandan.












