Zulkifli berharap gambar tersebut segera diturunkan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah jamaah.
“Jika dibiarkan gambar Tuan Guru dipampangkan sama dengan menciderai hati seluruh jamaah MATFA,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Sakimin, jamaah MATFA asal Namurambe. Ia mempertanyakan motif di balik pemasangan gambar tersebut.
“Ada apa? Apa ada sesuatu muatan dibalik itu?,” tanya Sakimin.
Menurutnya, tindakan oknum yang memasang gambar itu berpotensi memicu dampak negatif terhadap kedua belah pihak.
“PEPSSI bisa rusak, MATFA juga dapat rusak. Gara-gara ulah oknum itu,” sesalnya.
Sementara itu, Edi Sanjaya, jamaah MATFA asal Nias, juga menduga ada kepentingan tertentu di balik penyandingan gambar Tuan Guru dengan atribut organisasi PEPSSI.
“Untuk apa dipampangkan? Apa maksud dan tujuan oknum yang menyandingkan gambar Tuan Guru dengan PEPSSI?,” ucap Edi.
Ia pun menyesalkan tindakan tersebut karena dinilai dapat menimbulkan penafsiran berbeda di tengah masyarakat.
“Untuk apalah itu. Tuan Guru itu cukup kita simpan rapi dalam hati, bukan dipajang-pajangkan,” keluhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Galih Pamungkas yang berupaya dikonfirmasi wartawan secara berulang belum memberikan tanggapan. Nomor telepon selular yang bersangkutan dilaporkan dalam keadaan tidak aktif.












