Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan acara yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, para peserta terbaik dari berbagai Lapas dan Rumah Tahanan Negara di wilayah Sumatera Utara mengikuti babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an.
Final MTQ ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat kecintaan terhadap kitab suci umat Islam tersebut. Kegiatan ini juga dinilai menjadi bagian dari proses pembinaan spiritual bagi para peserta selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Selain pelaksanaan lomba MTQ, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial serta wujud semangat berbagi dalam momentum bulan suci Ramadan.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, mengatakan kegiatan MTQ dan peringatan Nuzulul Qur’an memiliki peran penting dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan.
“Melalui kegiatan MTQ dan peringatan Nuzulul Qur’an ini, kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan, serta membentuk karakter warga binaan yang lebih baik sehingga menjadi bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Fonika Affandi.












