Ia juga menambahkan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu pendekatan yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan untuk membentuk pribadi yang lebih baik bagi para warga binaan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti MTQ dan peringatan Nuzulul Qur’an dapat menjadi sarana penting dalam memperkuat pembinaan spiritual bagi warga binaan.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kegiatan Gebyar Nuzulul Qur’an dan Final MTQ Lapas dan Rutan se-Sumatera Utara ini kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara.
Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut juga didokumentasikan sebagai bagian dari laporan program pembinaan kepribadian di Lapas Kelas I Medan.












