Erwan menekankan bahwa keluarga besar Nasution memiliki akar sejarah besar yang harus dijaga dan dibanggakan. Menurutnya, Nasution bukan sekadar marga, melainkan kekuatan historis yang telah melahirkan banyak tokoh penting bangsa.
Ia menyampaikan bahwa keluarga besar Nasution berasal dari rumah pusaka dan memiliki persebaran luas di berbagai wilayah, sehingga harus disatukan dalam satu wadah besar yang kuat melalui IKANAS.
“Nasution itu ada di mana-mana. Maka setelah pelantikan ini, saya tegaskan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, kita harus bersatu, kita harus kompak, kita harus menjadi keluarga besar IKANAS di Sumatera Utara,” tegasnya.
Secara tidak langsung, Erwan juga menyoroti bahwa selama ini potensi besar masyarakat Nasution belum sepenuhnya terhimpun secara optimal. Karena itu, kepengurusan baru diminta menutup fragmentasi lama dan membuka babak baru organisasi yang lebih progresif.
Menurut Erwan, sejarah telah membuktikan besarnya kontribusi tokoh-tokoh bermarga Nasution bagi Indonesia, mulai dari Willem Iskandar atau Sati Nasution di bidang pendidikan, Ida Loemongga Haroen Nasution di dunia kedokteran, hingga Jenderal Besar AH Nasution dalam perjuangan nasional dan militer.












