Ia menilai warisan besar tersebut harus menjadi energi kolektif generasi baru Nasution agar tidak hanya dikenal secara genealogis, tetapi juga melalui karya nyata.
“Saat ini Sumatera Utara dipimpin putra terbaik bermarga Nasution. Ini kelanjutan sejarah dari Sultan Muhammad Amin Nasution sebagai gubernur pertama Sumatera Utara. Karena itu, Nasution harus bersatu, harus kompak, dan hadir di garis terdepan dalam pembangunan ideologi, politik, ekonomi, dan sosial,” katanya.
Erwan juga menegaskan bahwa organisasi harus dijalankan dengan filosofi persaudaraan, keselarasan tindakan, dan semangat saling menguatkan. Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah pengabdian.
“Jabatan ini adalah ladang amal. Berkerjalah dengan kasih sayang, persatuan, dan kebersamaan. Jangan saling menjatuhkan. Yang kuat menopang yang lemah, yang tahu membimbing yang belum tahu,” ujarnya.
Dalam laporan organisasinya, Erwan menyampaikan bahwa struktur DPC IKANAS telah terbentuk di sejumlah daerah seperti Medan, Deli Serdang, Batubara, Asahan, Labura, Labuhanbatu, Labusel, Tapanuli Selatan, dan Padang Lawas. Sementara wilayah lain masih dalam tahap persiapan dan akan segera dibentuk guna memperluas konsolidasi organisasi.












