Menurutnya, lulusan sarjana (perguruan tinggi) bukan sekadar sebagai penambah gelar pendidikan hingga dijadikan hiasan dinding rumah. Tetapi bagaimana orang-orang yang lulus, memiliki ilmu pengetahuan dan budi pekerti yang baik/mulia dalam menjalankan peran sebagai anak bangsa yang berpendidikan.
“Kita pahami bahwa Indonesia, khususnya Sumatera Utara, membutuhkan orang-orang yang punya budi pekerti, untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah dengan benar. Sebagaimana diajarkan para guru, dosen dan guru besar kita,” jelas Gubernur.
Untuk itu, dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dari gelar yang diraih, Gubernur berharap hal itu dapat dibuktikan dengan bertambahnya akhlak yang baik, cara bicara yang baik, serta perilaku yang baik di masyarakat. Sehingga tuntutan kerja yang profesional, jalan usaha serta amanah jabatan bisa dijalankan dengan penuh tanggung jawab pada level moralitas yang tinggi.
“Selamat anak-anakku, anda bertambah ilmu. Itu berkah dan amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Juga kepada para orang tua, saya ucapkan selamat,” pungkas Gubernur.
Sementara Rektor UISU Dr Yanhar Jamaluddin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Gubernur pada acara wisuda tersebut. Di hadapan 706 wisudawan dari 35 program studi, dirinya menyebutkan bahwa universitas yang berdiri 70 tahun lalu ini, tetap berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan, serta menciptakan peserta didik yang unggul, inovatif, mandiri dan berakhlak mulia berlandaskan Islam.












