Lebih lanjut lagi, terkait persampahan, Pemko Medan terus berupaya untuk membangun TPS3R (Reuse, Reduce, Recycle) sekaligus mempromosikan pemilahan sampah di rumah tangga. Implementasi Waste To Energy juga terus dikaji yang paling sesuai dengan karakteristik kota Medan dengan harapan di tahun 2024 kota Medan sudah memiliki tempat pembuangan akhir sampah (TPA) yang beroperasi dengan sistem Sanitary Landfill.
Untuk sektor pendidikan, H. Aulia Rachman mengatakan terdapat 48 Sekolah di kota Medan sebagai sekolah Adiwiyata dimana baik lingkungan fisik dan kurikulum pendidikannya sudah memperhatikan aspek-aspek lingkungan hidup. Dan terhadap peningkatan luasan ruang terbuka hijau, Kota Medan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 200 Milyar setiap tahunya guna mencapai luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 20% atau 4.587 Ha hingga tahun 2042.
“Kota Medan adalah pusat perekonomian regional terpenting di pulau Sumatera dan salah satu dari tiga kota metropolitan di Indonesia yang ditandai dengan posisi Kota Medan sebagai pusat dari kawasan Metropolitan Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo) yang memiliki fungsi dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama bagi perdagangan, jasa, dan keuangan regional / internasional di kawasan barat Indonesia. Untuk itu Pemko Medan tentunya menyambut baik pelaksanan GCMC Meeting IMT-GT ini, yang mana secara tidak langsung kegiatan ini juga akan lebih mempromosikan sektor basis kota Medan guna meningkatkan daya saing di tingkat internasional,” ujar H. Aulia Rachman.












