Ia mengatakan dipukul pakai benda tumpul. Baju dilucuti, hanya pakai celana ponggol. Ia tidak mengenali suara pelaku, namun menyebut dua nama berinisial S dan R, berasal dari Desa Jati Rejo. Besi panas dibuang ke kolam, tali pengikat juga di lokasi sama.
Ia mengaku bisa mengganggu pikiran pelaku agar mengaku. Namun, beberapa pelaku dikatakan telah kabur. “Saya sering datang ke rumah mereka, menelusuri,” ujarnya sambil menangis. Ia yakin akan menemukan dalang kematiannya.
“Aku enggak punya masalah sama mereka. Aku dituduh tanpa alasan,” katanya. Ia meminta keluarganya dijaga karena merasa diawasi. “Aku takut anakku kenapa-kenapa. Cukup aku saja,” pintanya. Wartawan dan keluarga berjanji membantu dan menjaga.
Percakapan ditutup dengan permintaan wartawan agar arwah keluar demi kesehatan Syakila. Ia menjawab, “Aku percaya. Kalian bantu saya.” Kasus ini kini diselidiki Polsek Pagar Merbau. Keluarga berharap polisi tangkap pelaku dan hukum seberatnya.
Menanggapi peristiwa yang viral, Ki Ahmad Suhaidi β ahli tasawuf dan pakar supranatural β angkat bicara. Ia ditemui Minggu malam, 13 Juli 2025, di warung miliknya di Jalan Tirta Deli, Gang Kamboja, Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa.












