Ia mengatakan kerasukan yang terjadi mengandung kebenaran 70 persen. “Saya melihat dari video itu ya. Saya amat-amati dan saya resepi dalam uhrohi saya, ini 70% kebenaran,” ujarnya. Sisanya, menurutnya, bagian dari kesadaran manusia yang tak bisa ditinggalkan.
Menurutnya, fenomena ini melibatkan jin qarin โ makhluk pendamping sejak lahir. “Jin qarinnya yang diduga dibunuh itu yang duduk melalui raga,” jelasnya. Ia yakin kerasukan itu bukan hal biasa, tapi terkait pesan dari arwah yang belum tenang.
Ki Ahmad menduga, ada perintah dari pihak besar. Ia merasakan ada rahasia besar yang disembunyikan. “Kalau terbongkar, banyak yang terkait. Sepertinya ini perintah orang besar,” ungkapnya. Ia menduga adanya tekanan agar kasus tidak terungkap.
“Ini bukan supranatural biasa. Ini berhubungan dengan kekuasaan dan jaringan,” katanya. Ia menyebut ada intervensi dalam kasus ini. “Banyak yang tertahan. Banyak yang takut terbongkar,” tegasnya.
Keluarga korban berharap polisi bekerja serius. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman maksimal adalah pidana mati atau penjara seumur hidup.












