Sebagai penanggap, Bernadus Beda Keda menjelaskan tentang bagaimana sinergi membangun Flores Timur. Politik harus berpihak kepada rakyat. Apapun yang dilakukan ujungnya harus mendekatkan diri kepada masyarakat. Budaya gotong royong, budaya Lamaholot yang menjadi kekuatan kolektif harus bisa terus dijaga. Agama, adat istiadat yang ada saat ini harus menjadi bagian penting dalam membangun Flores Timur. Kita harus bersama berjuang dan berkarya untuk Flores Timur. Sebagai orang yang baru saja purna tugas sebagai Kepala Dinas PKO Flores Timur, Pak Bernad menjelaskan betapa Flores Timur telah bekerja maksimal untuk memajukan Pendidikan Flores Timur. Sebagai penanggap kedua, Muhammad Arsyad, sebagai Ketua PAKU ITE menitipkan pesan kepada Kak Debe bahwa sebuah kepemimpinan harus Demokratis. Membuka ruang diskusi terhadap publik harus menjadi ruang yang menggembirakan. Jika ikhtiar Kak Debe menjadi pemimpin di Kabupaten Flores Timur, harus mengedepankan keterbukaan. Sebuah kepemimpinan yang didasarkan pada otoritarianisme maka sesungguhnya pemimpin itu mengajarkan kebodohan. Menutup telinga dan menutup hati serta membungkam kritik, maka sesungguhnya pemimpin itu sedang mewariskan kebodohan.
Jalan Baru Flores Timur, Part #2












