Sebagai penanggap ketiga, saudara Rifaiz Lamahoda, menegaskan banyak hal soal pemuda Flores Timur. Kritik terhadap pemerintah dan kebebasan ruang ekapresi bagi anak muda sebagai sikap sosial kontrol terhadap pemerintah harus dipahami sebagi sikap keseimbangan. Pemerintah harus bisa menyadari bahwa apa yang pemuda Flores Timur inginkan hari ini adalah keberpihakan terhadap kepentingan rakyat. Jalan yang belum banyak diperbaiki, air bersih yang belum diurus secara baik, banyak tempat yang masih terbengkalai proyeknya. Adalah wajar ketika pemuda Flores Timur mengambil sikap kritis. Hal ini penting sebagai check and balance, keseimbangan. Pemuda butuh ruang diskusi yang mewadahi pokok pikiran dan gagasan untuk sama sama membangun Flores Timur. Kritik itu upaya meluruskan sikap kebijakan pemerintah yang melenceng dari yang seharusnya.
Sebagai Moderator, Adhi Darmawan, menyampaikan bahwa, Flores Timur akan lebih baik jika hal produktif konstruktif terus dikerjakan secara serius dan berkelanjutan. Apapun yang dikerjakan dengan niat yang baik, dengan pola yang baik dengan perrencanaan yang terukur, akan melahirkan hasil yang lebih baik. Sebagai upaya mendorong sikap antusiasme pertemuan zoom ini, animo peserta yang luar biasa atas kerja besar yang sedang digagas oleh Kak Debe dalam program Jalan Baru Flores Timur. Lembaga Polikrasi akan terus melakukan pertemuan reguler dan tetap fokus mengajak sebanyak-banyaknya pemikir untuk bisa mencari alternatif perbaikan dan perubahan Kabupaten Flores Timur melalui Jalan Baru Flores Timur.












