Rizqie menjelaskan, janji untuk membantu orang lain dan membangun sesuatu yang bermanfaat seharusnya mulai diwujudkan melalui kemampuan serta sumber daya yang sudah dimiliki saat ini.
Ia bahkan mengakui bahwa janji yang pernah disampaikannya kepada Tuhan saat mengharapkan kekayaan kembali merupakan sesuatu yang ia nilai sebagai rayuan kosong, apabila tidak disertai upaya nyata.
“Rayuan tersebut dalam tanda petik omong kosong. Kenapa omong kosong? Ya kalau kamu mau membantu fakir miskin, kalau kamu mau membuat sesuatu yang bermanfaat, ya lakukanlah dengan apa yang sudah diberikan Tuhan pada dirimu saat ini. Apa yang sudah kamu miliki saat ini, ya kerjakanlah dengan itu.”
Amanah yang Ada Perlu Dimaksimalkan
Lebih lanjut, Rizqie menekankan pentingnya memaksimalkan potensi dan tanggung jawab yang telah dimiliki sebelum mengharapkan amanah yang lebih besar.
Menurut dia, seseorang perlu membuktikan kesungguhannya dalam menggunakan apa yang tersedia saat ini. Keinginan memperoleh kekayaan lebih besar tidak semestinya menjadi alasan untuk menunda perbuatan baik yang sebenarnya sudah bisa dilakukan.












